Persaingan untuk merebut takhta Raja HP Mid-Range 2025 semakin memanas dengan hadirnya dua penantang kuat: Samsung Galaxy A55 5G dan Vivo V30 5G. Keduanya datang dengan penawaran menggiurkan di rentang harga yang mirip, membuat banyak calon pembeli dihadapkan pada dilema. Samsung A55 membawa nama besar, jaminan update software, dan build quality yang kokoh. Sementara itu, Vivo V30 menggebrak dengan desain yang lebih ramping, pengisian daya super cepat, dan teknologi kamera Aura Light yang menjadi andalannya.
Lantas, di antara keduanya, manakah yang lebih layak menyandang predikat bergengsi tersebut? Mari kita bedah tuntas perbandingan Samsung A55 vs Vivo V30 dari semua sisi.

Tabel Perbandingan Spesifikasi: Samsung A55 vs Vivo V30
| Fitur | Samsung Galaxy A55 5G | Vivo V30 5G |
| Layar | 6.6 inci Super AMOLED, 120Hz, HDR10+, 1000 nits | 6.78 inci AMOLED, 120Hz, HDR10+, 2800 nits (peak) |
| Resolusi | 1080 x 2340 pixels | 1260 x 2800 pixels (1.5K) |
| Proteksi | Corning Gorilla Glass Victus+ | Schott Alpha |
| Desain | Frame Aluminium, Gorilla Glass (depan & belakang) | Frame Plastik, Kaca (belakang) |
| Dimensi | 161.1 x 77.4 x 8.2 mm | 164.4 x 75.1 x 7.5 mm |
| Berat | 213 gram | 186 gram |
| Chipset | Exynos 1480 (4 nm) | Qualcomm Snapdragon 7 Gen 3 (4 nm) |
| RAM/Storage | 8GB/128GB, 8GB/256GB, 12GB/256GB | 8GB/256GB, 12GB/512GB |
| Kamera Utama | 50 MP (wide, OIS) + 12 MP (ultrawide) + 5 MP (macro) | 50 MP (wide, OIS) + 50 MP (ultrawide, AF) |
| Kamera Depan | 32 MP | 50 MP (AF) |
| Fitur Kamera | Super HDR Video, Nightography | Aura Light Portrait, 4K Video (depan & belakang) |
| Baterai | 5000 mAh | 5000 mAh |
| Charging | 25W Super Fast Charging | 80W FlashCharge |
| Sistem Operasi | Android 14, One UI 6.1 | Android 14, Funtouch OS 14 |
| Fitur Lain | IP67 (Tahan air & debu), Speaker Stereo, eSIM | IP54 (Tahan percikan air), Speaker Mono, Desain melengkung |
| Harga (Saat Rilis) | Mulai dari Rp 5.999.000 | Mulai dari Rp 5.999.000 |
Export to Sheets
Duel Desain dan Kualitas Bodi
Di sektor ini, keduanya mengambil pendekatan yang sangat berbeda.
- Samsung Galaxy A55: Tampil premium dan kokoh dengan frame aluminium dan lapisan kaca Gorilla Glass Victus+ di bagian depan dan belakang. Desainnya yang datar (flat) memberikan kesan solid dan tangguh. Keunggulan mutlaknya adalah sertifikasi IP67, yang membuatnya tahan debu dan mampu bertahan di dalam air hingga kedalaman 1 meter selama 30 menit. Namun, ini membuatnya sedikit lebih tebal dan berat (213g).
- Vivo V30: Mengedepankan estetika dan kenyamanan. Dengan ketebalan hanya 7.5mm dan bobot 186g, V30 terasa jauh lebih ramping dan ringan di genggaman. Layar melengkung di sisi kanan dan kiri menambah kesan premium dan elegan. Sayangnya, ia hanya dibekali sertifikasi IP54 (tahan percikan air) dan frame yang masih menggunakan material plastik.
Pemenang:
- Durabilitas: Samsung Galaxy A55
- Estetika & Ergonomi: Vivo V30
Adu Tajam Kualitas Layar
Keduanya menawarkan panel layar yang memukau, namun dengan perbedaan kunci.
- Samsung Galaxy A55: Menggunakan panel Super AMOLED 6.6 inci dengan resolusi Full HD+. Kualitasnya tidak perlu diragukan, khas Samsung dengan warna yang hidup dan kontras yang pekat. Refresh rate 120Hz membuat pengalaman scrolling terasa sangat mulus.
- Vivo V30: Unggul di atas kertas. Layarnya sedikit lebih besar (6.78 inci) dengan resolusi lebih tinggi 1.5K (1260 x 2800 pixels), membuatnya menampilkan detail yang lebih tajam. Tingkat kecerahan puncaknya juga jauh lebih tinggi (2800 nits vs 1000 nits), membuat visibilitas di bawah sinar matahari terik menjadi lebih baik.
Pemenang: Vivo V30
Performa: Exynos 1480 vs Snapdragon 7 Gen 3
Inilah jantung dari kedua ponsel.
- Samsung Galaxy A55: Ditenagai oleh chipset buatan sendiri, Exynos 1480. Performa chipset ini sangat kompeten untuk kebutuhan sehari-hari, media sosial, hingga gaming kasual hingga menengah. Keunggulannya terletak pada GPU Xclipse 530 berbasis arsitektur AMD RDNA 2 yang memberikan performa grafis yang solid.
- Vivo V30: Mengandalkan Snapdragon 7 Gen 3 dari Qualcomm. Secara umum, berdasarkan skor benchmark AnTuTu, Snapdragon 7 Gen 3 menunjukkan performa CPU yang sedikit lebih unggul dan efisiensi daya yang lebih baik. Ini membuatnya sangat handal untuk multitasking berat dan gaming yang lebih intensif.
Meskipun dalam penggunaan nyata perbedaannya tidak terlalu signifikan, Snapdragon 7 Gen 3 seringkali dianggap memiliki manajemen suhu dan efisiensi yang sedikit lebih baik.
Pemenang: Vivo V30 (sedikit unggul)
Kamera: Fotografi Klasik vs Inovasi Aura Light
Sektor kamera menjadi medan pertempuran paling sengit.
- Samsung Galaxy A55: Menawarkan konfigurasi tiga kamera (50MP utama dengan OIS, 12MP ultrawide, 5MP makro). Karakter fotonya cenderung natural dengan detail yang baik, khas Samsung. Kemampuan OIS (Optical Image Stabilization) pada kamera utamanya sangat membantu untuk menghasilkan foto dan video yang stabil, terutama di kondisi minim cahaya.
- Vivo V30: Fokus pada kualitas portrait dan fotografi malam. Konfigurasi kameranya sangat kuat: 50MP utama (OIS) dan 50MP ultrawide. Ini menjadikan hasil foto ultrawide-nya jauh lebih detail dibandingkan A55. Nilai jual utamanya adalah Aura Light Portrait, sebuah lampu LED berbentuk lingkaran yang mampu memberikan pencahayaan lembut dan merata, menghasilkan foto portrait malam hari yang jauh lebih superior dan profesional. Kamera depannya yang beresolusi 50MP dengan autofokus juga menjadi keunggulan bagi para pecinta selfie.
Pemenang:
- Foto All-rounder & Video Stabil: Samsung Galaxy A55
- Foto Portrait & Low Light: Vivo V30
Baterai dan Kecepatan Pengisian Daya
Keduanya dibekali baterai 5000 mAh yang mampu bertahan seharian penuh. Perbedaan signifikan terletak pada teknologi pengisian dayanya.
- Samsung Galaxy A55: Masih setia dengan 25W Super Fast Charging. Pengisian daya dari 0 hingga 100% membutuhkan waktu sekitar 1 jam 25 menit.
- Vivo V30: Jauh meninggalkan pesaingnya dengan 80W FlashCharge. Vivo mengklaim mampu mengisi daya dari 0 hingga 100% hanya dalam waktu sekitar 43-48 menit. Charger 80W pun sudah termasuk dalam paket penjualan.
Pemenang: Vivo V30
Fitur Tambahan dan Sistem Operasi
- Samsung Galaxy A55: Menawarkan ekosistem yang lebih matang dengan jaminan 4 kali update OS Android dan 5 tahun pembaruan keamanan. Fitur seperti speaker stereo, Samsung Knox Vault untuk keamanan, dan dukungan eSIM menjadi nilai tambah yang signifikan.
- Vivo V30: Antarmuka Funtouch OS 14-nya menawarkan banyak kustomisasi. Namun, ia masih menggunakan speaker mono dan jaminan update software-nya tidak sepanjang Samsung (umumnya 2 kali update OS).
Pemenang: Samsung Galaxy A55
Kesimpulan: Mana Raja HP Mid-Range 2025
Tidak ada satu pemenang mutlak di antara keduanya. Pilihan terbaik kembali pada prioritas dan kebutuhan Anda.
Pilih Samsung Galaxy A55 5G jika Anda:
- Memprioritaskan ketahanan bodi dengan sertifikasi anti air dan debu IP67.
- Menginginkan jaminan update software jangka panjang (hingga 4 versi Android).
- Menyukai kualitas audio stereo untuk menonton film atau bermain game.
- Membutuhkan ekosistem Samsung yang solid dan fitur keamanan tingkat tinggi.
Pilih Vivo V30 5G jika Anda:
- Seorang penggemar fotografi, terutama foto portrait dan kondisi minim cahaya.
- Menginginkan desain yang tipis, ringan, dan premium dengan layar melengkung.
- Membutuhkan pengisian daya super cepat untuk menunjang mobilitas tinggi.
- Mencari layar dengan kualitas terbaik di kelasnya, baik dari segi ketajaman maupun kecerahan.
Pada akhirnya, Samsung A55 adalah pilihan yang “aman” dan serba bisa dengan durabilitas dan dukungan software yang superior. Sementara itu, Vivo V30 adalah pilihan yang lebih “berani”, menonjol kuat di sektor desain, kecepatan charging, dan inovasi kamera. Jadi, mana raja HP mid-range pilihan Anda?

